Kamis, 07 Mei 2020

Interaksi Makhluk Hidup dan Lingkungan



MATERI SINGKAT


Istilah lingkungan berasal dari kata “Environment”, yang memiliki makna “The physical, chemical, and biotic condition surrounding an organism”. Berdasarkan istilah tersebut, maka lingkungan secara umum diartikan sebagai segala sesuatu di luar individu. Segala sesuatu di luar individu merupakan sistem yang kompleks sehingga dapat memengaruhi satu sama lain.

Lingkungan hidup adalah suatu kesatuan hidup antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan hidup terdiri atas dua bagian, yakni lingkungan abiotik dan lingkungan biotik. Lingkungan abiotik adalah segala sesuatu yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, dan bunyi. Sedangkan Lingkungan hidup biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroorganisme (virus dan bakteri). Hubungan kehidupan dari lingkungan hidup itu disebut ekosistem. Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara mahkluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Di bumi ada bermacam-macam ekosistem.

Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah: komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik). Kedua komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri atas ikan, tumbuhan air, plankton yang terapung di air sebagai komponen biotik, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral, dan oksigen yang terlarut dalam air. 

Di antara produsen, konsumen dan pengurai adalah saling ketergantungan. Tidak ada makhluk hidup yang hidup tanpa makhluk lainnya. Setiap makhluk hidup memerlukan makhluk hidup lainnya untuk saling mendukung kehidupan baik secara langsung maupun tak langsung. Hubungan saling ketergantungan antar produsen, konsumen dan pengurai. Terjadi melalui peristiwa makan dan memakan melalui peristiwa sebagai berikut: 

1. Rantai makanan
Merupakan peristiwa makan dan dimakan dalam suatu ekosistem dengan urutan tertentu.
Misalnya :
a. Tikus makan tumbuhan. Belalang mengubah sejumlah makanan dari tumbuhan menjadi energi untuk diri, makan, dan bereproduksi 
b. Ayam makan ular. Ayam merupakan sumber energi untuk ular agar tetap hidup.
c. Burung Elang makan ular. Tubuh elang menggunakan energi yang tersedia dari ular untuk melangsungkan proses kehidupan. 


2. Jaring- Jaring Makanan

Hubungan makan dan dimakan pada satu rantai makanan seperti di atas tergolong sederhana. Namun demikian banyak organisme memperoleh makanan lebih dari satu sumber. Sebagai contoh beruang makan ikan, buah beri, madu dan serangga. Burung hantu makan bermacam-macam hewan mengerat dan ular. Kadang-kadang satu jenis makanan dapat menjadi sumber makanan untuk beberapa organisme yang berbeda. Sebagai contoh rumput dimakan oleh kelinci, lembu, kijang dan kuda. Sebagai akibatnya satu organisme dapat menjadi bagian dari beberapa rantai makanan yang berbeda. Bila rantai-rantai makanan yang berhubungan dikombinasikan atau digabung maka terbentuklah jaring makanan. 

Jaring makanan adalah gabungan dari rantai-rantai makanan yang tumpang tindih dalam ekosistem. Perpindahan energi terjadi antara organisme tertentu, sesuai dengan tempat hidupnya. Konsumen dengan beberapa macam makanan, memiliki kesempatan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan konsumen yang sumber makanannya terbatas. Bila terjadi sesuatu yang memusnahkan salah satu jenis persediaan makanan, konsumen dapat memilih makanan lain dari rantai makanannya dalam jaring makanan. 

3. Piramida Makanan

Pada rantai makanan telah kita ketahui bahwa tingkat tropik yang terdiri atas produsen, konsumen tingkat I, konsumen tingkat II, dan seterusnya. Produsen yang bersifat autotrof selalu menempati tingkatan tropik utama, herbivora menempati tingkat tropik kedua, karnivora menduduki tingkat tropik ketiga, dan seterusnya. Setiap perpindahan energi dari satu tingkat tropik ke tingkat tropik berikutnya akan terjadi pelepasan sebagian energi berupa panas sehingga jumlah energi pada rantai makanan untuk tingkat tropik yang semakin tinggi, jumlahnya semakin sedikit. Maka terbentuklah piramida ekologi/piramida makanan. 

Salah satu jenis piramida ekologi adalah piramida jumlah yang dilukiskan dengan jumlah individu. Piramida jumlah pada suatu ekosistem menunjukkan bahwa produsen mempunyai jumlah paling besar dan konsumen tingkat II jumlah lebih sedikit dan jumlah paling sedikit terdapat pada konsumen tingkat terakhir.Sehingga piramida energy merupakan gambaran perbandingan antara produsen, konsumen I, konsumen II, dan seterusnya. Dalam piramida ini semakin ke puncak biomassanya semakin kecil. 

INTERAKSI ORGANISME

Pola interaksi organisme dalam ekosistem dapat berupa Predasi, Simbiosis, Kompetisi. dan Netralisasi.
Simbiosis adalah bentuk hidup bersama dari organisme yang berbeda dengan hubungan yang erat. Sementara Makhluk hidup yang melakukan simbiosis disebut simbion. Simbiosis pun dapat dibedakan menjadi tiga macam simbiosis sebagai berikut. 

1. Simbiosis mutualisme, adalah cara hidup dengan timbal balik antara dua makhluk hidup yang saling menguntungkan antar individu makhluk hidup yang berlainan jenis atau berbeda spesies. Contoh: 
a. Jamur dan ganggang
b. Lebah atau kupu-kupu dan bunga
c. Badak dan burung jalak
d. Burung pelatuk dan musang

2. Simbiosis komensalisme adalah cara hidup bersama atau timbal balik antara dua makhluk hidup yang berlainan jenis atau berbeda spesies dengan salah satu spesies mendapatkan keuntungan dari yang lain sementara spesies yang lainnya tidak dirugikan. Contoh: 
a. Tumbuhan paku/anggrek dan pohon yang tinggi di hutan
b. Ikan remora dan hiu
c. Tumbuhan dan serangga atau laba-laba

3. Simbiosis parasitisme, yakni cara hidup bersama atau timbal balik antara dua makhluk hidup yang berbeda spesies, dengan salah satu makhluk hidup memperoleh keuntungan dan yang lainnya dirugikan. Contoh: 
a. Benalu dan pohon mangga
b. Tali putri dan tanaman beluntas
c. Cacing pita dan tubuh manusia.



Selanjutnya materi ini dapat dipelajari lebih lanjut dengan membuka link berikut ini :

https://blog.ruangguru.com/interaksi-yang-terjadi-di-dalam-ekosistem
atau :
https://sites.google.com/site/interaksiantarmakhlukhidup/


Selamat belajar dan Sukses Selalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Video Gulaku

Berikut saya postingkan video yang telah saya coba edit pada saat belajar sendiri dengan Aplikasi KineMaster. Hasilnya belum maksimal, tapi ...